Cabor Kick Boxing Dicoret dari Kepesertaan di Porprov Banten 2026, Ada Apa Dengan KONI Tangsel ?

PublikTangerang.Com – Pengurus Cabang (Pengcab) Kick Boxing Kota Tangerang Selatan harus menelan pil pahit setelah cabang olahraga (cabor) tersebut dicoret dari daftar yang dipertimbangkan pada Porprov Banten 2026.

Ketua Kick Boxing Indonesia (KBI) Kota Tangsel, Medi Sumaedi, mengungkapkan kekecewaannya atas tidak masuknya cabor yang ia pimpin dalam daftar 58 cabang olahraga Porprov VII Banten. Padahal, menurutnya, kick boxing memiliki potensi besar untuk berprestasi.

“Dalam kategori bela diri yang dipertandingkan di Porprov hanya ada pencak silat, karate, taekwondo, judo, tarung derajat, tinju, muaythai, jujitsu, anggar, dan sambo. Kick boxing tidak termasuk,” ujar Medi dikutip dari Monitortangerang.com, Jumat (08/5/2026).

Ia menjelaskan, alasan tidak diikutsertakannya kick boxing lebih bersifat normatif. Penilaian yang digunakan mengacu pada capaian medali di Porprov sebelumnya pada 2022, di mana kick boxing dinilai belum memberikan kontribusi signifikan.

Namun demikian, Medi menilai keputusan tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan perkembangan olahraga ini di Tangsel. Ia mencontohkan, KBI Tangsel pernah sukses menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) terbuka yang diikuti 183 peserta dari 16 provinsi di Indonesia, dengan memperebutkan piala bergilir dari sejumlah tokoh nasional.

“Event itu menunjukkan bahwa kick boxing punya daya tarik dan potensi besar. Tapi ya, kami tetap menghormati keputusan yang ada,” katanya.

Tak ingin larut dalam kekecewaan, KBI Tangsel kini langsung tancap gas mempersiapkan para atlet untuk tampil di PON Bela Diri 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juli hingga Agustus mendatang di Manado.

“Karena tidak masuk Porprov, kami fokus penuh ke PON Bela Diri. Ini momentum bagi kami untuk membuktikan bahwa kick boxing Tangsel bisa bersaing dan berprestasi di tingkat nasional,” tegas Medi.

Dengan semangat juang yang tetap menyala, para atlet kick boxing Tangsel kini bersiap menunjukkan taringnya di panggung yang lebih tinggi. (mu/sal)