PubliTangerang,Com – Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama mewarnai kegiatan Buka Bersama yang digelar oleh TK dan SD Budi Luhur Pondok Aren bersama Aksara (Aksi Tanpa Suara) dari Yayasan Dharma Bangsa Mandiri (YDBM). Kegiatan yang berlangsung hangat ini menjadi momentum untuk menumbuhkan empati sekaligus memberikan dukungan nyata bagi teman-teman tuli.
Kegiatan kolaboratif ini merupakan kali kedua diselenggarakan oleh TK dan SD Budi Luhur Pondok Aren. Melalui kegiatan tersebut, pihak sekolah ingin menanamkan nilai kepedulian kepada para siswa sekaligus memberikan kesempatan bagi penyandang tuna rungu untuk merasakan kebahagiaan Ramadan, termasuk mendengar kumandang takbir melalui bantuan Alat Bantu pendengaran.
Dalam kegiatan ini, Budi Luhur Pondok Aren bekerja sama dengan Aksara untuk memberikan bantuan alat bantu dengar (ABD) kepada teman-teman tuli. Selain itu, turut diberikan dukungan berupa beasiswa pendidikan serta pendampingan advokasi dan pengembangan keahlian.
Kepala Sekolah TK dan SD Budi Luhur Pondok Aren, Miss Eni, mengungkapkan rasa antusiasnya terhadap kegiatan kolaborasi ini. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang.
“Kami sangat excited dengan kegiatan ini dan berharap dapat kembali mengulang kolaborasi bersama Aksara. Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan kepedulian pada anak-anak agar mau menyisihkan sebagian yang mereka miliki untuk berbagi kepada teman-teman tuli di bawah naungan Aksara. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan membantu mereka tumbuh serta berkembang seperti anak-anak lainnya,” ujarnya.
Bantuan berupa alat bantu dengar diharapkan dapat membantu adik-adik tuli dalam berkomunikasi serta mendukung aktivitas mereka sehari-hari, baik dalam pendidikan maupun kehidupan sosial.
Aksara yang berada di bawah naungan YDBM juga memberikan apresiasi atas inisiatif dan kepedulian yang ditunjukkan oleh pihak sekolah. Mereka berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak teman tuli yang membutuhkan.
Kegiatan Buka Bersama tersebut kemudian ditutup dengan berbuka puasa bersama serta doa bersama. Suasana kebersamaan dan harapan pun terasa kuat, menjadi simbol syukur sekaligus doa untuk masa depan yang lebih baik bagi teman-teman tuli. (Red)